Para pembaca rahimakumullah,
Guru beliau,
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Aku keluar dari ‘Iraq. Dan
tidaklah aku tinggalkan di kota
tersebut seseorang yang paling utama, paling berilmu, paling wara’ dan paling
bertakwa daripada Ahmad bin Hanbal.”
Al-Imam
Abdurrazzaq Ash-Shan’ani rahimahullah berkata: “Tidaklah aku melihat orang yang
paling pandai dan paling wara’ daripada Ahmad bin Hanbal.”.
Amalan yang
paling utama
Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Ahmad
rahimahullah:
“Beritakan kepada
kami amalan apakah yang paling utama?”
Beliau menjawab:
“Menuntut ilmu.”
Dia bertanya
kembali: “Bagi siapa?”
Beliau menjawab:
“Bagi orang yang benar niatnya.”
Dia bertanya
kembali: “Apa saja yang bisa membenarkan niat itu?”
Beliau menjawab:
“Dengan meniatkan dirinya agar bisa bertawadhu’ dan menghilangkan kebodohan
darinya.”
Kewajiban
Menuntut Ilmu
“Setiap orang
wajib menuntut ilmu yang menjadikan agamanya tegak dengannya.”
Ditanyakan kepada
beliau, “Seperti apa halnya?”
Beliau
rahimahullah menjawab, “Yang ia tidak boleh bodoh (tidak berilmu) tentang
sholat, puasa, dan lainnya.”
Kemuliaan Hati
“Sesungguhnya
setiap sesuatu memiliki kemuliaan, dan kemuliaan hati adalah ridha kepada Allah
Subhanallahu wa Ta’ala .”
Mengingat Mati
Bahwasanya Imam
Ahmad jika disebutkan tentang kematian maka beliau menangis tersedu-sedu. Dan
beliau berkata: “Rasa takut telah menghalangiku untuk menyantap makanan dan
minuman.”
Anjuran untuk
Berusaha
Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Ahmad:
“Bagaimana
pendapatmu tentang seseorang yang duduk di rumahnya atau di masjidnya kemudian
berkata: “Aku tidak akan bekerja apapun sampai rizki itu yang datang sendiri
kepadaku.”
Beliau berkata:
“Ini adalah seorang laki-laki yang tidak mengetahui ilmu. Tidakkah dia
mendengar ucapan Rasulullah: ‘dijadikan rizki-ku di bawah naungan tombakku.’
Dan hadits yang lainnya tentang seekor burung yang di pagi hari dalam keadaan
lapar kemudian pergi untuk mencari makan. Allah berfirman: “Dan orang-orang
yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah (rizki).”
[Al-Muzammil: 20]
Zuhud
“Zuhud di dunia
adalah: pendek angan-angan dan berputus asa (tidak mengharapkan) apa yang ada di tangan manusia.”
Kemuliaan
Sahabat Rasulullah
“Jika engkau
melihat seseorang menyebutkan tentang salah seorang dari sahabat rasulullah
dengan kejelekan maka ragukanlah keislamannya.”
Merasakan
Kesenangan
Ada seseorang bertanya kepada beliau: “Kapan seorang
hamba akan merasakan kesenangan?”
Beliau menjawab:
“Dia akan merasakan kesenangan tatkala mulai memasuki Al-Jannah (surga).”
Hartawan yang
Zuhud
Imam Ahmad pernah
ditanya tentang seseorang yang memiliki harta sebanyak 1000 dinar, apakah dia
bisa dikatakan zuhud?”
Beliau menjawab:
“Ya, dengan syarat dia tidak gembira ketika hartanya bertambah dan tidak
bersedih ketika hartanya berkurang.”
Menjaga Harga
Diri
Beliau pernah
berdoa dalam sujudnya:
“Ya Allah,
sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku dari sujud kepada selain-Mu, maka
jagalah wajahku dari meminta-minta kepada selain-Mu.”
Zakatnya Ilmu
Beliau pernah
ditanya tentang seorang yang banyak menulis hadits, maka beliau memberikan
jawaban:
“Seharusnya bagi
dia untuk memperbanyak amalan sebatas apa yang dia peroleh dalam mencari hadits
tersebut.” Kemudian beliau melanjutkan ucapannya: “Jalannya ilmu itu sama
dengan jalannya harta. Sesungguhnya harta itu jika bertambah maka bertambah
pula zakatnya.”
Kesempurnaan
Makanan
Jika terkumpul
pada makanan itu 4 hal maka sungguh telah sempurna:
1. Jika disebutkan nama Allah, pada awalnya.
2. Memuji nama Allah pada akhirnya.
3. Memperbanyak jumlah orang yang makan.
4. Makanan tersebut diperoleh dari jalan
yang halal.
Tingkatan-tingkatan
Zuhud
Dalam zuhud ada
tiga tingkatan:
1. Meninggalkan yang haram. Ini adalah
zuhudnya orang-orang yang awam.
2. Meninggalkan sesuatu yang kurang
bermanfaat dari perkara yang halal. Ini adalah
zuhudnya orang-orang yang khusus.
zuhudnya orang-orang yang khusus.
3. Meninggalkan sesuatu yang menyibukkan
dari Allah. Ini adalah zuhudnya orang-orang yang telah mengenal Rabbnya.
Ketakwaan Hati
‘Ali bin Al-Madini
rahimahullah berkata: “Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata kepadaku,
‘Sebenarnya aku ingin menemanimu pergi
ke Makkah dan tidaklah ada yang menghalangiku untuk menemanimu kecuali aku
khawatir akan membuatmu bosan atau engkau yang membuatku bosan.’
Ali rahimahullah
berkata: “Ketika aku akan berpisah,
kukatakan kepadanya: ‘Wahai Abu
‘Abdillah, berilah aku suatu wasiat?’
Ahmad rahimahullah
berkata: “Ya, tetapkanlah ketakwaan itu dalam hatimu, dan tegakkanlah akhirat
itu dihadapanmu.”
Bersegera dalam
Kebaikan
“Setiap sesuatu
dari kebaikan hendaklah engkau memberi perhatian padanya, kemudian bersegera
untuk memperolehnya sebelum terhalang antaramu dengan kebaikan tersebut.”
Ringan dalam
Hisab
“Suatu yang
sedikit dari perkara dunia maka kelak hisab (perhitungan)nya akan ringan di
akhirat”
Semangat
Belajar
“Tidaklah
seseorang akan patah semangat di dalam menuntut ilmu kecuali orang yang bodoh.”
Semangat
Beramal
“Tidaklah aku menulis
sebuah hadits kecuali aku telah mengamalkannya walaupun cuma satu kali supaya
tidak menjadi hujjah pada diriku kelak, sampaipun shalat 2 rakaat Maghrib
antara adzan dan iqamat (aku telah mengamalkannya).”
Doa beliau
“Ya Allah,
janganlah Engkau sibukkan hati kami dengan sesuatu yang telah Engkau bebankan
kepada diri kami.
Dan janganlah
Engkau menghalangi diri kami dari kebaikan yang ada pada-Mu dengan suatu
kejelekan yang ada pada diri kami.
Dan janganlah
Engkau perlihatkan pada diri kami apa yang telah Engkau larang.
Dan janganlah
Engkau luputkan bagi diri kami apa-apa yang telah Engkau perintahkan.
Muliakanlah diri
kami dan janganlah Engkau hinakan diri kami.
Muliakanlah diri
kami dengan ketaatan dan janganlah Engkau hinakan diri kami dengan kemaksiatan.”
Maraji’:
1. Mawa’izh Al-Imam Ahmad
2.
Musthalah Hadits karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin
rahimahullah, hal. 63-66.
3. Kitab Fadhail Shahabah jilid I
4. Siyar A’lamin Nubala
5. Bidayah wa Nihayah

Sumber http://tutorialines.blogspot.com/2011/05/cara-pasang-tombol-back-to-top-pada.html#ixzz1mTO5TKOE
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar